Langsung ke konten utama

D'Village Food Center, Jakarta Barat.


Seperti yang kita ketahui, sekarang ini banyak sekali food court yang bisa kita temui di Jakarta. Seperti yang satu ini, D'Village Food Center yang terletak persis di seberang gedung Neo Soho. Yang saya dengar, tempat ini baru beroperasi tidak lama ini, dan tidak sebesar food court pada umumnya, saya rasa hanya sekitar 4-5 outlet disini.

Di kesempatan ini, kebetulan Food Enak, salah satu aplikasi online yang bergerak di bidang kuliner, sedang mengadakan lomba bagi para reviewer dan blogger. Untuk join disini caranya gampang, hanya tinggal klik www.foodenak.com/blogger dan disana kamu bisa lihat bagaimana detailnya.

D'Village Food Center dibangun dengan konsep semi outdoor dimana terdapat kebun yang cantik di bagian depan. Mereka juga menyediakan ruang makan private yang memuat sekitar 10 orang. Tetapi, sayangnya pada saat siang hari, ruangan ini cukup panas dimana terdapat AC namun dikarenakan menggunakan daun sebagai atapnya ,maka panas dari luar masuk ke dalam ruangan.


Disana juga tersedia ruangan indoor yang jelas lebih sejuk dibanding di ruangan private. Tetapi, sayangnya disini terlalu gelap dimana saya yakin akan kesulitan mengambil foto. Uniknya disini terlihat ada beberapa furnitur yang antik dipajang di sebuah rak. Ada radio, televisi dan barang-barang lainnya yang sudah kuno.


Food Court ini menawarkan berbagai jeni makanan Indonesia. Tapi untuk info, disini juga ada tenant yang menjual makanan non halal. Jadi sebaiknya buat kamu yang anti non halal, lebih baik melihat dan memilih tenant dengan cermat. Makanan pertama yang akan saya jelaskan adalah Song Sui. Ini adalah sup dengan potongan daging babi dan kulit babi yang garing. Supnya cukup enak dan segar serta daging babinya empuk.


Kemudian saya mencoba Soto Betawi. Kita tahu kalau soto ini mengandung santan sehingga agak kental. Disajikan dengan potongan daging sapi, dan berbagai bahan lainnya. Saya rasa ini agak hambar, saay hampir tidak merasakan asin ataupun manis. Daging memiliki tekstur yang empuk, hanya saja jika soto dengan sedikit garam mungkin akan lebih nikmat.


Makanan berikutnya adalah Bakmi Danau Toba, sesuai namanya, bakmi ini jelas berasal dari salah satu kota di Sumatra Utara. Sebenarnya ini adalah bakmi tipikal chinese dengan potongan daging babi dan kulit babi di atasnya.


Lalu saya juga mencoba Nasi Goreng Rasaroa yang kita tahu dari namanya ini tentu berasal dari Manado. Pada dasarnya, ini nasi goreng biasa dengan telur ceplok di atasnya. Hanya saja, dilengkapi dengan potongan-potongan kecil ikan roa yang saya rasa gurih dan nasi goreng ini cukup pedas. 


Setelah itu, saya mencoba Panada. Ini juga salah satu makanan khas Manado. Seperti pastel, namun berbeda bentuk seperti oval dan diisi dengan daging ikan yang dibumbui. Saya rasa ini enak, dengan kulit luar yang garing, tekstur yang lembut di dalam dan daging ikan cincang yang begitu gurih. 


Sebenarnya banyak pilihan makanan lainnya tapi dikarenakan saya cukup telat waktu sampai di acara ini, maka saya hanya mencoba sebagian dari makanan. Disini juga tersedia, ayam bakar, cu fung moi (nasi kuah dengan daging dan jeroan babi).

Secara keseluruhan, saya rasa tempat ini bisa menjadi salah satu pilihan bagi kamu yang bingung mencari makan. Dengan pilihan yang banyak, kamu tidak perlu kesulitan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tom's by Tom Aiken, The Langham Jakarta

Bahasa l English Akhir pekan yang cerah dimana kondisi pandemi di Indonesia semakin membaik belakangan ini. Aktifitas di ruang publik semakin normal sehingga bisa kita temukan beberapa tempat dengan keramaian. Salah satunya restoran ini yang butuh beberapa minggu untuk aku melakukan reservasi sebelumnya dikarenakan full setiap weekend. The Langham Jakarta memang baru beroperasi di tahun ini dan mengundang antusias yang besar bari Jakarta's community. Tidak terkecuali dengan restoran yang dibangun dengan konsep British yang mewah dan didevelop oleh seorang chef dari Inggris, Tom Aikens yang mengelola sebuah restoran Michelin Star di London. Membawa nama Tom's Jakarta dengan aneka hidangan klasik ala Inggris. Lokasi restoran ini terletak di lantai L, area resepsionis dan bisa dibilang lantai 62. Restoran dengan kapasitas area cukup besar, ceiling yang tinggi, sentuhan warna putih, biru, sofa merah, dan lampu lapisan warna emas memberikan suasana ruangan ala Inggris. Terlihat peng...

Hwaro Korean Steakhouse BBQ, Jakarta

Bahasa l English Weekend yang menyenangkan, siapa sih yang tidak suka dengan all you can eat. Mungkin sebagian dari kalian sudah sering cobain all you can eat di hotel ya. Atau bbq, shbau-shabu yang di shopping mall. Tapi gimana kalau Korean BBQ yang bahannya super premium dengan kualitas A5 Wagyu? Nah di Hwaro menawarkan konsep Weekend Brunch dengan all you can order berbagai menu. Aku cerita mulai dari interiornya, dari depan restoran mungkin tampak biasa saja gedung 4 lantai dengan area parkir secukupnya, udah familiar kan sama area Senopati Jakarta yang identik sama jasa Vallet. Begitu masuk ke dalam, interiornya memang dahsyat! Nuansa elegan dengan tone warna gelap, sentuhan ornamen menarik terutama kain yang menggantung sepanjang area restoran menyerupai gulungan awan. Terlihat juga pola etnik pada beberapa sudut area.  Untuk lt.1 merupakan area main dining, sedangkan lantai atasnya semua private room dengan kapasitas yang bervariasi. Di setiap meja ini terdapat alat grill na...

Cut The Crab, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Bahasa l Inggris Kembali ke Jakarta, kembali ke aktifitasku seperti biasa. Memutari restoran dengan aneka konsep menjadi rutinitas sehari-hari yang aku lakukan selam menjadi seorang food blogger. Nah kali ini berkesempatan bersama dengan Nibble Indonesia, sebuah aplikasi berbasis IOS dan Android dengan fitur informasi kuliner yang memberikan referensi untuk kita. Di acara kali ini, bersama dengan para user Nibble lainnya, aku mengunjungi salah satu restoran seafood yang cukup populer di Jakarta. Cut The Crab beroperasi cukup lama dengan jumlah 4 cabang hingga sekarang. Konsep seafood ala Amerika ini cukup unik dimana pengunjung akan menikmati aneka hidangan di atas meja tanpa piring sama sekali. Area yang cukup luas dengan 2 lantai dan tersedia pula ruang private yang terlihat memuat kapasitas cukup banyak hingga 20 orang. Makanan yang menjadi bintang utama di restoran ini tentu sesuai dengan namanya yaitu kepiting. Aneka kepiting dengan berbagai ukuran dan berat yan...