Langsung ke konten utama

Chef To Table, JCF 2017, Senayan City, Jakarta Selatan

Indonesia l Inggris

Chef to Table, salah satu event dari Jakarta Culinary Feastival 2017, yang diselenggarakan oleh Ismaya Group, memberikan pengalaman bagi para foodies untuk bisa langsung berinteraksi dan menikmati masakan Chef ternama Nasional maupun International. Dalam setiap sesi Chef to Table hanya tersedia jumlah seat yang sangat terbatas, maksimum hanya 12 orang yang bisa ikut setiap sesinya.
Salah satu Chef yang menarik yaitu Chef Manjunath Mural. Beliau adalah Executive Chef dari The Song of India di Singapura. Restoran India pertama yang meraih One-Starred Michelin Restaurant Singapore sejak tahun 2016. Chef Mural sendiri yang mempersiapkan menu dan menyajikan untuk customer chef to table kali ini dan tersedia 4 course yang disajikan oleh Chef Mural.
Dimulai dari Creamy Laksa Scallop Soup Shorba, presentasi yang cantik dengan hiasan edible flower di atasnya. Sup berwarna kuning ini seperti kari, dengan aroma rempah India yang cukup kuat, namun rasanya ternyata light, sehingga sangat pas untuk menu pembuka dan bisa meningkatkan selera makan.
Dilanjutkan dengan Grainy French Mustard Cheesy Chicken dan Soft Pan seared Spiced Beef Kebab. Menurutku kombinasi yang cukup menarik antara Ayam yang gurih dan sedikit asam dengan Beef Kebab yang punya rasa rempah yang cukup kuat. Ayamnya matang dengan sempurna, dengan tekstur yang sangat empuk.
Setelah itu waktunya menu utama, presentasi yang sangat cantik di atas piring dengan Tempura Prawn Punjabi, Lemon Chilly Tempered Southern Coconut Curry dan Baked Sesame Naan. Walaupun untuk ukuran hidangan utama, porsinya menurut agak terlalu kecil, namun rasa dari setiap elemen di atas piring sangat balance dan melengkapi satu dengan lainnya cukup memuaskan. Udangnya dengan kematangan yang baik, rasa yang gurih sangat pas dengan Lemon Curry Sauce yang sedikit asam dan creamy.
Setelah main course, tentu ada hidangan penutup dengan Lychee Longan Pistachio Kulf. Dessert yang pas, seperti ice cream dengan potongan buah lychee dan longan di dalamnya. Rasa manis-nya pas dan juga segar dari potongan buah itu. Penutup yang sangat tepat setelah beberapa hidangan gurih dan juga creamy sebelumnya.
Pengalaman makan masakan India yang sangat berbeda. Citarasa yang masih authentic namun dibuat lebih light dan presentasi yang menarik. Selain itu kesan dari Chef Mural yang sangat ramah, nyaman sekali untuk diajak bicara mengenai masakan beliau dan kuliner India.
Di Sesi lainnya, aku berkesempatan mengikuti Chef To Table dengan Chef Daniel Wilson, Chef dari Melbourne, Australia dan juga pemilik Restoran Huxtaburger serta penulis beberapa cooking book, juga turut ambil bagian di acara ini, Jakarta Culinary Feastival dari Ismaya Group. Membawakan signature dish-nya, Daniel Wilson menyajikan beberapa menu untuk tasting plate buat kita cobain.
Sebagai hidangan pembuka, Chef Daniel Wilson langsung membawakan 3 macam hidangan dalam satu piring. Ada Jalapeno & Cheddar Croquettes, Fito logs of lamb puttanesca, lemon yoghurt, Prawn & eggplant tempura fritters, shiso, chilli & lime dressing. Hidangan yang cukup menarik, dengan kombinasi rasa pedas, gurih, asam dari ketiga macam hidangan itu. Walaupun demikian sebagai hidangan awal menurutku agak berleebihan.
Menu kedua Korean Spiced Tuna Tartare, Yuzu Curd, Shiso, Sesame Rice Crackers. Presentasi yang cantik, di mana Tuna Tartare disajikan di atas crackers. Tuna-nya dengan kualitas segar, terasa dari aroma dan teksturnya yang padat dan sedikit kenyal. Menu ini membuatku cukup ketagihan.
Lalu dilanjutkan dengan menu utama, tersaji Charcoal grilled Pinnacle Grass Fed Beef Rib Eye, Roasted Chili & Shallot Dressing. Ditambah dengan side dish Warm salad of sweetcorn, black beans, chipotle & lime crème fraiche. Beef Rib Eye dimasak dengan sangat cantik dan tingkat kematangan Medium Rare. Teksturnya sangat empuk dan juicy. Ini menjadi menu favoritku di sesi ini.
Tidak lupa dengan dessert, Dark Chocolate Delice, Jaffa Sauce, Raspberry Sorbet, Pistachio. Hidangan penutup ini menurutku semuanya seperti serba chocolate dan manis, namun dibalance dengan sangat baik dengan Raspberry sorbet yang rasanya asam.

Pengalaman makan yang memuaskan dengan eksekusi dan kombinasi menu yang cukup baik dari Chef Daniel Wilson. Setelah menikmati pengalaman Chef To Table ini membuatku ingin sekali mengunjungi restoran beliau di Melbourne, australia tentu akan menjadi pengalaman yang menakjubkan.

Jakarta Culinary Feastival 2017,
Senayan City, Jl. Asia Afrika No. lot 19, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Tel: -

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Kuliner Macau Wajib Dicoba, Macau

Tersedia dalam bahasa Inggris: Klik Disini

Mengunjungi kota Macau merupakan salah satu aktifitas favorit yang sering dilakukan ketika orang-orrang berlibur ke Hong Kong. Kota ini terkenal dengan artsitektur klasik bergaya Portugis memberikan kesan yang menarik dan menjadi destinasi foto yang ramai sekali. Selain itu kota ini juga dipenuhi dengan kasino dan hotel yang besar dan gemerlap. Tentu saja akan sayang dilewatkan wisata kuliner dengan aneka macam makanan khas Macau yang otentik. Berikut 5 jenis makanan yang patut kamu coba jika berkunjung kesini. Sedikit cita rasa yang berbeda bisa menjadi referensi travel kamu selama disini.
1. Yee Shun Milk Company Sebenarnya kita bisa menemukan kuliner ini di Hong Kong, namun tidak kalah, Yee Shun Milk Company ini juga menjadi bintang di kota Macau. Spesialis dengan puding susu yang klasik. Sedikit berbeda dengan yang kucoba di salah satu restoran Hong Kong, dimana teksturnya lebih cair, sedangkan disini memiliki tekstur yang lebih padat dan tid…

Portable Grill & Shabu, Gading Serpong, Tangerang Selatan

Tersedia dalam bahasa Inggris: Klik Disini

Portable merupakan salah satu spot untuk menikmati shabu-shabu khas Jepang dengan pilihan daging yang berkualitas. Di akhir pekan kemarin, aku kembali meng-explore area Gading Serpong yang saat ini terdapat banyak restoran dan kafe dengan konsep yang mengagumkan. Sesuai informasi yang aku dapat, Portable hadir disini dengan konsep yang menakjubkan  dengan bangunan yang cukup besar untuk sebuah restoran. Portable mudah untuk ditemukan menggunakan map dan selain itu juga terlihat jelas dari jalan raya dengan papan nama yang besar lengkap dengan lampu. Begitu memasuki restoran, aku cukup terkesima dengan area restoran yang luas lalu interior yang terlihat eksklusif. Lengkap dengan sofa-sofa empuk, lalu area bar yang cantik dan area outdoor dengan sentuhan tanaman hijau yang mempesona dan lampu-lampu yang terang menghiasi di malam hari.  Chef Chandra Yudasswara merupakan chef yang berperan di portable, tidak perlu diragukankan lagi dengan pengalaman …

Omija Cafe, Karawaci

Tersedia dalam bahasa Inggris: http://www.foodioz.com/2017/02/omija-supermall-karawaci.html

Makanan Korea tentunya sudah familiar untuk sebagian orang di Jakarta. Umumnya makanan khas ini berhubungan dengan pedas, tapi perlu kita tahu bahwa di Korea sana sekarang ini sudah banyak makanan-makanan khas Korea yang dipadu dengan gaya modern. Disini kita bisa mencoba Omija Cafe yang letaknya di Supermall Karawaci dengan konsep kafe modern tapi menawarkan makanan khas Korea fusion dan buat pecinta kopi wajib banget untuk mengunjungi kafe ini.