Langsung ke konten utama

Itameshi, Rin X The Rooang

Bahasa l English

Sebagian dari kalian mungkin pernah mendengar kata ini, Itameshi. Sebuah kata slang dari Jepang, "Ita" (Italia) dan "Meshi" (makanan). Itameshi merupakan perpaduan hidangan Italia dengan teknik masak Jepang ataupun sebaliknya. Atau mungkin kalian lebih familiar dengan hidangan fusion yang memang saat ini trend dimana-mana ya. Tapi perlu diketahui hidangan fusion tidak mudah, selain daripada bahan dan teknik masak handal, seorang chef harus memahami karakter dari tiap rasa supaya seimbang dan tidak berlebihan apalagi tantangannya di Itameshi, chef perlu mengerti bahan dan teknik dari kedua negara antara Italia dan Jepang.  Pengalamanku ke restoran fusion Jepang di Jakarta cenderung dominan rasa gurih yang berlebihan dari seasoning, bahkan rasa pedas selayaknya makanan lokal atau pasta yang banjir dengan cream.
Kali ini aku berkesempatan mencoba sesi Itameshi Omakase, pertama kali Rin berkolaborasi dengan The Rooang di Bimasema, Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Lebih menarik lagi, yang masak disini chef Jepang, Yohhei Sasaki dengan pengalaman di beberapa restoran Michelin Star di Italia dan Singapura. Beliau datang ke Jakarta untuk menghadirkan pengalaman Itameshi sesungguhnya dengan standar yang berkelas. Beliau baru beberapa bulan di Indonesia telah melakukan eksplorasi ke beberapa daerah untuk mempelajari bahan asli Indonesia yang kaya akan bumbu dan rempah. Featuring juga chef Lionel Tan dari The Rooang yang memadukan sentuhan cita rasa Indonesia.
7 course di Itameshi ini, dan hal unik omamkase bisa dipairing dengan Tea yang fantastis. Setiap hidangan disajikan dengan teh premium yang diproses melalui infusion bahan unik, dari bunga, biji-bijian. Setiap teh memberikan aroma yang berbeda, unik serta menetralisir lidah setelah makan. Sungguh menyenangkan!
Dimulai dari Amuse Bouche, Hokkaido Scallop Imanata & Banana Blossom Australian Beef Tartare. Kualitas scallop Jepang memang tidak diragukan, setiap gigit yang manis, kaya akan rasa dan empuk. Beef tartare yang segar meningkatkan selera. Lanjut dengan starter, Hamachi Mango Ceviche, salah satu menu andalan untuk awal memulai omakase. Rasa segar, asam yang smooth, tentunya kualitas hamachi yang baik.
Hidangan pasta, Homemade Wasabi Capellini with Tuna Tartare sangat menarik. Sesuai konsep Itameshi, pasta ala Italia dikombinasi dengan Wasabi Jepang menghasikan hidangan seperti aglio olio namun dengan cita rasa wasabi yang memiliki aroma khas, tapi menariknya tetap soft dan nikmat. Disebelahnya ada tuna tartare yang memberikan karakter rasa berbeda, simple dan seimbang.
Lanjut dengan hidangan Fish, Miso-Marinated Kinmedai (Golden Eye Snapper) with Indonesian Coconut Risotto. Hidangan unik berikutnya, Ikan dengan teknik cured sehingga memberikan tekstur yang berserat lembut, dinikmati dengan risotto yang menggunakan santan terasa seperti menikmati bumbu opor ayam Indonesia. 
Tiba hidangan utama, Koji-Marinated Tokusen Wagyu Striploin with Wasabi Green Apple Sauce & Sweet Chili Stuffing.  Kita tahu ya Tokusen ini merupaka  brand beef lokal ternama yang menggunakan jenis breed sapi Jepang, kebanyakan restoran menyajikan pilihan daging ini tapi cenderung daging terasa keras dengan serat yang lebih padat. Tapi disini aku merasakan sensasi daging Tokusen yang benar benar lezat, tekstur empuk dan aroma yang pas untuk aku yang cukup sensitif dengan daging merah. Melalui proses marinasi dan teknik masak Cheg Sasaki menyajikan daging standar restora  berkelas. Semakin nikmati disantap dengan Wasabi Apple sauce yang segar dengan rasa asam yang halus, lalu disampingnya dua buah daging sapi cincang yang dimasukan ke dalam cabe besar dan, aroma cabe tapi tidak pedas.
Hidangan penutup dengan Sweet Potato Tiramisu, sesuai konsep Itameshi, semua hidangan disini disajikan dengan inovasi dan rekonstruksi setiap bahan dan elemen yang digunakan. Penampakan potongan cokelat yang menutupi tiramisu cream di area tengah, rasa manis dari sweet potato dengan aroma yang khas menambah rasa tiramisu semakin pekat. Dilanjutkan dengan petit-four, Cannocino, Shiro-an White Chocolate Ganache, & Calamansi Creme Brulee. Sekilat tampak seperti canolli dan memang mirip, puss pastry diisi dengan custard white chocolate, manisnya pas. Lalu creme brulee di dalam kulit jeruk kunci kecil yang bisa dimakan.
Moment Itameshi Omakase ini sungguh berkesan, walau awalnya aku cukup ragu untuk fine dining tema fusion. Ternyata dengan bahan dan teknik yang sesuai, setai hidangan bisa disajikan dengan rasa yang to the point. Menikmati kreasi hidangan seperti ini tentunya memberikan pengalaman yang berbeda dimana cita rasa yang disajikan hanya ada disini. Rin akan segera hadir di Jakarta, berdasarkan infonya, akan beroperasi di akhir bulan Mei 2026. Saat ini belum ada info mengenai menu yang akan disajikan. Semakin penasaran? Kita tunggu saja!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hwaro Korean Steakhouse BBQ, Jakarta

Bahasa l English Weekend yang menyenangkan, siapa sih yang tidak suka dengan all you can eat. Mungkin sebagian dari kalian sudah sering cobain all you can eat di hotel ya. Atau bbq, shbau-shabu yang di shopping mall. Tapi gimana kalau Korean BBQ yang bahannya super premium dengan kualitas A5 Wagyu? Nah di Hwaro menawarkan konsep Weekend Brunch dengan all you can order berbagai menu. Aku cerita mulai dari interiornya, dari depan restoran mungkin tampak biasa saja gedung 4 lantai dengan area parkir secukupnya, udah familiar kan sama area Senopati Jakarta yang identik sama jasa Vallet. Begitu masuk ke dalam, interiornya memang dahsyat! Nuansa elegan dengan tone warna gelap, sentuhan ornamen menarik terutama kain yang menggantung sepanjang area restoran menyerupai gulungan awan. Terlihat juga pola etnik pada beberapa sudut area.  Untuk lt.1 merupakan area main dining, sedangkan lantai atasnya semua private room dengan kapasitas yang bervariasi. Di setiap meja ini terdapat alat grill na...

Tom's by Tom Aiken, The Langham Jakarta

Bahasa l English Akhir pekan yang cerah dimana kondisi pandemi di Indonesia semakin membaik belakangan ini. Aktifitas di ruang publik semakin normal sehingga bisa kita temukan beberapa tempat dengan keramaian. Salah satunya restoran ini yang butuh beberapa minggu untuk aku melakukan reservasi sebelumnya dikarenakan full setiap weekend. The Langham Jakarta memang baru beroperasi di tahun ini dan mengundang antusias yang besar bari Jakarta's community. Tidak terkecuali dengan restoran yang dibangun dengan konsep British yang mewah dan didevelop oleh seorang chef dari Inggris, Tom Aikens yang mengelola sebuah restoran Michelin Star di London. Membawa nama Tom's Jakarta dengan aneka hidangan klasik ala Inggris. Lokasi restoran ini terletak di lantai L, area resepsionis dan bisa dibilang lantai 62. Restoran dengan kapasitas area cukup besar, ceiling yang tinggi, sentuhan warna putih, biru, sofa merah, dan lampu lapisan warna emas memberikan suasana ruangan ala Inggris. Terlihat peng...

Apollo Wu Artisan Roast, Jakarta

Bahasa l English Mengikuti trend kuliner di Jakarta yang begitu cepat, tidak dipungkiri hidangan Chinese menjadi salah satu daftar makanan favorit para masyarakat Jakarta. Kalau sebelumnya restoran Chinese dominan di kawasan Jakarta Utara dan Barat, namun sekarang juga merambah ke Jakarta Pusat dan Selatan. Apollo Wu, sebuah restoran Chinese di kawasan Kuningan Jakarta, tepatnya di gedung The East yang merupakan area kantor premium baru buka di akhir tahun 2024 lalu. Interior yang mempesona begitu memasuki restoran dengan lorong yang penuh dengan dekorasi oriental yang cantik. Nuansa China yang klasik memberikan suasana yang berbeda di dalam sebuah gedung kantor. Secara kapasitas tidak terlalu besar, namun terdapat dua ruang VIP disini yang memadai. Konsep interior yang mengagumkan tampak di keseluruhan area restoran. Hidangan Signature disini yaitu Charsiu Trinity atau Charsiu Platter. Hidangan set dengan babi bbq yang dimasak dengan beragam teknik. Mulai dari A5 Charsiu, Cantonese, C...