Bahasa l English
Perlu aku akui, akhir-akhir ini
memang cukup jarang menulis artikel di sini. Maklum, belakangan ini semakin
banyak restoran dan kafe dengan berbagai konsep inovatif, mulai dari interior,
menu makanan berat, sampai dessert. Tapi kalau diperhatikan, meskipun
konsep dan tampilannya terlihat berbeda, menu yang ditawarkan sebenarnya cukup
mirip. Pilihan restoran favorit di Jakarta sendiri masih banyak didominasi oleh
makanan Indonesia, Chinese, Jepang, Italia, dan Korea. Sementara restoran
Prancis, Spanyol, Latin, India, atau Timur Tengah jumlahnya masih lebih
sedikit. Begitu juga dengan dessert, rasanya
sekarang sudah tidak terhitung lagi berapa banyak bakery, pastry shop, atau
kafe yang menawarkan aneka dessert. Nama menunya memang berbeda-beda dan
terdengar semakin kreatif, tapi kalau diperhatikan lagi, konsep dan bahan
dasarnya sering kali cukup similar. Lebih tepatnya, satu jenis gula
dikombinasikan dengan gula lainnya, lalu lahirlah menu baru. Haha. Tapi baiklah, daripada terus
mengamati tanpa menulis, mending lanjutkan lagi hobi ini. Jadi, bulan ini aku
akan update beberapa informasi mengenai produk-produk baru, sekaligus beberapa
restoran baru yang mungkin menarik untuk dicoba.
1. Social House x Pitch Plus
Kabar segar di bulan ini datang dari kolaborasi antara salah satu restoran ikonik di Jakarta, Social House, dengan dessert house yang sedang cukup viral, Pitch Plus. Lewat kolaborasi kali ini, para pengunjung Social House bisa menikmati dua menu spesial, yaitu “Call Me Matilda” dan “Jam With Me”. “Call Me Matilda” hadir dengan kombinasi whipped chocolate ganache, chocolate cake, dan pistachio. Sementara “Jam With Me” memadukan peanut butter dengan mixed berry jam. Keduanya kemudian dilengkapi dengan Dubai chewy, potongan strawberry segar, serta dark & milk chocolate sauce. Buat pecinta dessert, terutama yang suka cokelat, kedua menu ini benar-benar menawarkan sensasi guilty pleasure yang cukup menggugah selera. Teksturnya juga terasa cukup rich dengan perpaduan rasa manis, creamy, dan chocolatey. Menariknya, keberadaan strawberry yang memberikan rasa sedikit asam justru membuat keseluruhan dessert terasa lebih balance dan tidak terlalu eneg. Sedikit saran dariku, sebaiknya dessert ini dinikmati langsung di tempat dan tidak di-takeaway. Mengingat ada strawberry segar dan chocolate sauce di dalamnya, kualitas rasa dan teksturnya cukup berpotensi berubah kalau terlalu lama dibawa atau disimpan. Untuk harganya dibanderol Rp95.000++ per cup. Overall, buat kalian yang memang punya sweet tooth dan suka kombinasi cokelat dengan berbagai elemen creamy, nutty, dan fruity, kolaborasi ini cukup menarik untuk dicoba.
2. Bee Cheng Hiang New Store
Kabar gembira buat para penggemar bak kwa terkenal ini! Brand
yang satu ini memang bisa dibilang legendaris. Bahkan sejak pertama kali aku ke
Singapore, bak kwa ini sudah jadi salah satu oleh-oleh yang selalu aku kenal
dan sering dibawa pulang. Di Jakarta sendiri sebenarnya mereka sudah memiliki
beberapa store. Nah, kali ini mereka kembali melebarkan sayap dengan membuka
store di area Living World, Alam Sutera. Acara pembukaannya juga cukup meriah,
dihadiri oleh media, tim internal Indonesia, hingga tim dari Malaysia.
Suasananya terasa semakin spesial karena ini menjadi bagian dari perjalanan
brand tersebut untuk terus berkembang di Indonesia. Yang menarik, aku baru tahu
kalau ternyata produk mereka bukan hanya bak kwa. Ada juga berbagai pilihan
lainnya seperti crispy pork snack, abon babi, hingga sosis babi. Jadi buat yang
selama ini hanya mengenal mereka lewat bak kwa, ternyata pilihannya cukup
banyak. Untuk pembelian bak kwa fresh, produk akan ditimbang sesuai beratnya
dengan minimum pembelian 100 gram. Jadi bisa menyesuaikan dengan kebutuhan,
baik untuk dinikmati sendiri maupun dibawa sebagai oleh-oleh. Untuk kualitas
rasa, menurutku masih cukup konsisten seperti yang dulu aku kenal. Rasa dan
kualitas produknya tetap terjaga, meskipun tentu saja ada perubahan dari sisi
harga. Seiring berjalannya waktu, harga produk memang sudah cukup meningkat,
dan hal tersebut cukup bisa dimaklumi mengingat adanya perubahan biaya bahan
baku, distribusi, inflasi, dan berbagai faktor lainnya. Yang pasti, buat
penggemar bak kwa dan yang sering menjadikannya sebagai oleh-oleh dari
Singapore, sekarang pilihannya semakin dekat dan lebih mudah ditemukan di
Jakarta dan sekitarnya.
3. Sunday Brunch, Nusantara Special, Movenpick City Center Jakarta
Opsi buat brunch di Jakarta, salah satunya bisa kamu coba di hotel ini,
tepatnya di Ginger Flower, Movenpick City Centre Jakarta. Setiap weekend,
restoran ini selalu ramai, terutama oleh keluarga yang ingin menikmati brunch
bersama. Nah, khusus di bulan September ini, Ginger Flower menghadirkan
kolaborasi spesial bersama Chef Marinka, yang pastinya sudah nggak asing lagi
di dunia kuliner Indonesia. Chef Marinka sudah lama berkarier di industri
kuliner dan juga dikenal lewat berbagai acara TV, termasuk sebagai juri
MasterChef Indonesia. Dalam kolaborasi ini, ada dua menu spesial yang menarik
untuk dicoba. Pertama, Salmon Woku, dengan salmon yang diproses menggunakan
teknik cured, sehingga teksturnya tetap lembut dan juicy, dipadukan dengan cita
rasa woku yang aromatik. Kemudian ada Beef Ribs Tongseng. Dagingnya empuk
dengan saus tongseng yang pekat, medok, dan kaya akan bumbu serta rempah. Kalau
kamu tertarik mencoba brunch di sini, saranku sebaiknya reservasi terlebih
dahulu sebelum datang, terutama saat weekend karena biasanya cukup ramai.
4. Mid-Autumn Set Menu, Liu Li Palace, Ayana Mid-Plaza, Jakarta
Bulan September identik banget dengan momen Mid-Autumn Festival, jadi nggak
heran kalau mooncake mulai banyak bermunculan di mana-mana. Nah, kalau kamu mau
menikmati suasana Mid-Autumn dengan konsep yang sedikit berbeda, di AYANA
Jakarta, tepatnya di Liu Li Palace, ada spesial Mid-Autumn Set Menu yang cocok
banget untuk dining bersama keluarga atau kerabat. Menunya cukup lengkap, mulai
dari Shark Fin Crab Soup, Tiger Grouper with Pork Mushroom, Fried Prawn
Oatmeal, Hainan Chicken, dan masih banyak lagi. Untuk dessert-nya juga ada
Mango Sago dan tentunya mooncake sebagai pelengkap. Set menu ini memang
dirancang untuk sharing dan tersedia dengan minimum 4 pax. Beberapa hidangan
seperti soup dan dessert juga akan disajikan sesuai dengan jumlah tamu. Harganya
Rp468.000++ per pax. Semua hidangan menggunakan bahan berkualitas dengan
standar hotel bintang lima. Dari segi rasa, semuanya cukup comforting dan
setiap hidangan dimasak dengan baik. Jadi, kalau kamu lagi cari opsi family
dining untuk merayakan Mid-Autumn Festival di Jakarta, set menu ini bisa jadi
salah satu pilihan.
5. Brunch After The Dark, Lobo, The Ritz Carlton Jakarta
Konsep brunch terbaru yang biasanya identik dengan Minggu siang, gimana
kalau sekarang brunch-nya justru di malam hari? Nah, di Lobo Restaurant bisa
banget! Konsepnya brunch a.k.a. dinner, dengan pilihan menu premium mulai dari
seafood on ice lengkap dengan oyster, paella rice, beef Wellington, aneka
pastry dan dessert, sampai pilihan à la carte seperti roasted chicken, beef
steak, pasta, dan risotto. Nggak cuma buffet, kalian juga bisa menikmati
cocktail atau wine sambil ditemani live music. Suasananya benar-benar lebih
terasa seperti luxury dinner daripada brunch biasa. Brunch ini tersedia setiap
Rabu malam, mulai pukul 6.30 sampai 9.30 malam. Harganya mulai dari Rp800.000++
per pax. Dengan harga segitu, kualitas dan pilihan buffet-nya memang terasa
berbeda dibanding regular hotel buffet. Personally, beef steak dan roasted
chicken-nya menurutku cukup standout. Dan karena ada promo spesial juga,
biasanya table bisa cepat penuh. Jadi, kalau mau coba, sebaiknya reservasi dulu
sebelum datang!
6. Nelum, New Open
Restoran Sri Lanka di Jakarta, dan kalau nggak salah, ini pertama kalinya
aku coba yang seperti ini di Jakarta. Awalnya aku kira makanan Sri Lanka bakal
mirip dengan makanan India, tapi ternyata surprisingly cukup berbeda. Memang
ada beberapa hidangan yang familiar seperti curry, tapi karakter rasa Sri Lanka
lebih aromatic, tapi nggak terasa heavy. Malah menurutku cenderung lebih clean
dibandingkan beberapa masakan Indonesia. Beberapa menu yang wajib dicoba ada
Crab Curry, Crispy Bitter Gourd Salad, dan tentunya Hoppers, yang cukup unik
dan mungkin belum familiar buat banyak orang. Overall, pengalaman makan yang
cukup berbeda, tapi justru masih friendly buat kamu yang baru pertama kali
mencoba makanan Sri Lanka. Menurut info dari chef-nya, beberapa hidangan memang
sedikit disesuaikan dengan selera orang Indonesia, jadi rasanya nggak terlalu
bikin kaget kalau dibandingkan versi autentiknya. Untuk harga, mulai dari
sekitar Rp200.000 per orang untuk makan berat. Menurutku masih cukup standar
untuk restoran di kawasan Senopati.















Komentar
Posting Komentar