Langsung ke konten utama

September Journal 2026, Jakarta

Bahasa l English 

Perlu aku akui, akhir-akhir ini memang cukup jarang menulis artikel di sini. Maklum, belakangan ini semakin banyak restoran dan kafe dengan berbagai konsep inovatif, mulai dari interior, menu makanan berat, sampai dessert. Tapi kalau diperhatikan, meskipun konsep dan tampilannya terlihat berbeda, menu yang ditawarkan sebenarnya cukup mirip. Pilihan restoran favorit di Jakarta sendiri masih banyak didominasi oleh makanan Indonesia, Chinese, Jepang, Italia, dan Korea. Sementara restoran Prancis, Spanyol, Latin, India, atau Timur Tengah jumlahnya masih lebih sedikit. Begitu juga dengan dessert, rasanya sekarang sudah tidak terhitung lagi berapa banyak bakery, pastry shop, atau kafe yang menawarkan aneka dessert. Nama menunya memang berbeda-beda dan terdengar semakin kreatif, tapi kalau diperhatikan lagi, konsep dan bahan dasarnya sering kali cukup similar. Lebih tepatnya, satu jenis gula dikombinasikan dengan gula lainnya, lalu lahirlah menu baru. Haha. Tapi baiklah, daripada terus mengamati tanpa menulis, mending lanjutkan lagi hobi ini. Jadi, bulan ini aku akan update beberapa informasi mengenai produk-produk baru, sekaligus beberapa restoran baru yang mungkin menarik untuk dicoba.

1. Social House x Pitch Plus
Kabar segar di bulan ini datang dari kolaborasi antara salah satu restoran ikonik di Jakarta, Social House, dengan dessert house yang sedang cukup viral, Pitch Plus. Lewat kolaborasi kali ini, para pengunjung Social House bisa menikmati dua menu spesial, yaitu “Call Me Matilda” dan “Jam With Me”“Call Me Matilda” hadir dengan kombinasi whipped chocolate ganache, chocolate cake, dan pistachio. Sementara “Jam With Me” memadukan peanut butter dengan mixed berry jam. Keduanya kemudian dilengkapi dengan Dubai chewy, potongan strawberry segar, serta dark & milk chocolate sauce. Buat pecinta dessert, terutama yang suka cokelat, kedua menu ini benar-benar menawarkan sensasi guilty pleasure yang cukup menggugah selera. Teksturnya juga terasa cukup rich dengan perpaduan rasa manis, creamy, dan chocolatey. Menariknya, keberadaan strawberry yang memberikan rasa sedikit asam justru membuat keseluruhan dessert terasa lebih balance dan tidak terlalu eneg. Sedikit saran dariku, sebaiknya dessert ini dinikmati langsung di tempat dan tidak di-takeaway. Mengingat ada strawberry segar dan chocolate sauce di dalamnya, kualitas rasa dan teksturnya cukup berpotensi berubah kalau terlalu lama dibawa atau disimpan. Untuk harganya dibanderol Rp95.000++ per cupOverall, buat kalian yang memang punya sweet tooth dan suka kombinasi cokelat dengan berbagai elemen creamy, nutty, dan fruity, kolaborasi ini cukup menarik untuk dicoba.

2. Bee Cheng Hiang New Store
Kabar gembira buat para penggemar bak kwa terkenal ini! Brand yang satu ini memang bisa dibilang legendaris. Bahkan sejak pertama kali aku ke Singapore, bak kwa ini sudah jadi salah satu oleh-oleh yang selalu aku kenal dan sering dibawa pulang. Di Jakarta sendiri sebenarnya mereka sudah memiliki beberapa store. Nah, kali ini mereka kembali melebarkan sayap dengan membuka store di area Living World, Alam Sutera. Acara pembukaannya juga cukup meriah, dihadiri oleh media, tim internal Indonesia, hingga tim dari Malaysia. Suasananya terasa semakin spesial karena ini menjadi bagian dari perjalanan brand tersebut untuk terus berkembang di Indonesia. Yang menarik, aku baru tahu kalau ternyata produk mereka bukan hanya bak kwa. Ada juga berbagai pilihan lainnya seperti crispy pork snack, abon babi, hingga sosis babi. Jadi buat yang selama ini hanya mengenal mereka lewat bak kwa, ternyata pilihannya cukup banyak. Untuk pembelian bak kwa fresh, produk akan ditimbang sesuai beratnya dengan minimum pembelian 100 gram. Jadi bisa menyesuaikan dengan kebutuhan, baik untuk dinikmati sendiri maupun dibawa sebagai oleh-oleh. Untuk kualitas rasa, menurutku masih cukup konsisten seperti yang dulu aku kenal. Rasa dan kualitas produknya tetap terjaga, meskipun tentu saja ada perubahan dari sisi harga. Seiring berjalannya waktu, harga produk memang sudah cukup meningkat, dan hal tersebut cukup bisa dimaklumi mengingat adanya perubahan biaya bahan baku, distribusi, inflasi, dan berbagai faktor lainnya. Yang pasti, buat penggemar bak kwa dan yang sering menjadikannya sebagai oleh-oleh dari Singapore, sekarang pilihannya semakin dekat dan lebih mudah ditemukan di Jakarta dan sekitarnya.

3. Sunday Brunch, Nusantara Special, Movenpick City Center Jakarta
Opsi buat brunch di Jakarta, salah satunya bisa kamu coba di hotel ini, tepatnya di Ginger Flower, Movenpick City Centre Jakarta. Setiap weekend, restoran ini selalu ramai, terutama oleh keluarga yang ingin menikmati brunch bersama. Nah, khusus di bulan September ini, Ginger Flower menghadirkan kolaborasi spesial bersama Chef Marinka, yang pastinya sudah nggak asing lagi di dunia kuliner Indonesia. Chef Marinka sudah lama berkarier di industri kuliner dan juga dikenal lewat berbagai acara TV, termasuk sebagai juri MasterChef Indonesia. Dalam kolaborasi ini, ada dua menu spesial yang menarik untuk dicoba. Pertama, Salmon Woku, dengan salmon yang diproses menggunakan teknik cured, sehingga teksturnya tetap lembut dan juicy, dipadukan dengan cita rasa woku yang aromatik. Kemudian ada Beef Ribs Tongseng. Dagingnya empuk dengan saus tongseng yang pekat, medok, dan kaya akan bumbu serta rempah. Kalau kamu tertarik mencoba brunch di sini, saranku sebaiknya reservasi terlebih dahulu sebelum datang, terutama saat weekend karena biasanya cukup ramai.

4. Mid-Autumn Set Menu, Liu Li Palace, Ayana Mid-Plaza, Jakarta
Bulan September identik banget dengan momen Mid-Autumn Festival, jadi nggak heran kalau mooncake mulai banyak bermunculan di mana-mana. Nah, kalau kamu mau menikmati suasana Mid-Autumn dengan konsep yang sedikit berbeda, di AYANA Jakarta, tepatnya di Liu Li Palace, ada spesial Mid-Autumn Set Menu yang cocok banget untuk dining bersama keluarga atau kerabat. Menunya cukup lengkap, mulai dari Shark Fin Crab Soup, Tiger Grouper with Pork Mushroom, Fried Prawn Oatmeal, Hainan Chicken, dan masih banyak lagi. Untuk dessert-nya juga ada Mango Sago dan tentunya mooncake sebagai pelengkap. Set menu ini memang dirancang untuk sharing dan tersedia dengan minimum 4 pax. Beberapa hidangan seperti soup dan dessert juga akan disajikan sesuai dengan jumlah tamu. Harganya Rp468.000++ per pax. Semua hidangan menggunakan bahan berkualitas dengan standar hotel bintang lima. Dari segi rasa, semuanya cukup comforting dan setiap hidangan dimasak dengan baik. Jadi, kalau kamu lagi cari opsi family dining untuk merayakan Mid-Autumn Festival di Jakarta, set menu ini bisa jadi salah satu pilihan.

5. Brunch After The Dark, Lobo, The Ritz Carlton Jakarta
Konsep brunch terbaru yang biasanya identik dengan Minggu siang, gimana kalau sekarang brunch-nya justru di malam hari? Nah, di Lobo Restaurant bisa banget! Konsepnya brunch a.k.a. dinner, dengan pilihan menu premium mulai dari seafood on ice lengkap dengan oyster, paella rice, beef Wellington, aneka pastry dan dessert, sampai pilihan à la carte seperti roasted chicken, beef steak, pasta, dan risotto. Nggak cuma buffet, kalian juga bisa menikmati cocktail atau wine sambil ditemani live music. Suasananya benar-benar lebih terasa seperti luxury dinner daripada brunch biasa. Brunch ini tersedia setiap Rabu malam, mulai pukul 6.30 sampai 9.30 malam. Harganya mulai dari Rp800.000++ per pax. Dengan harga segitu, kualitas dan pilihan buffet-nya memang terasa berbeda dibanding regular hotel buffet. Personally, beef steak dan roasted chicken-nya menurutku cukup standout. Dan karena ada promo spesial juga, biasanya table bisa cepat penuh. Jadi, kalau mau coba, sebaiknya reservasi dulu sebelum datang!

6. Nelum, New Open
Restoran Sri Lanka di Jakarta, dan kalau nggak salah, ini pertama kalinya aku coba yang seperti ini di Jakarta. Awalnya aku kira makanan Sri Lanka bakal mirip dengan makanan India, tapi ternyata surprisingly cukup berbeda. Memang ada beberapa hidangan yang familiar seperti curry, tapi karakter rasa Sri Lanka lebih aromatic, tapi nggak terasa heavy. Malah menurutku cenderung lebih clean dibandingkan beberapa masakan Indonesia. Beberapa menu yang wajib dicoba ada Crab Curry, Crispy Bitter Gourd Salad, dan tentunya Hoppers, yang cukup unik dan mungkin belum familiar buat banyak orang. Overall, pengalaman makan yang cukup berbeda, tapi justru masih friendly buat kamu yang baru pertama kali mencoba makanan Sri Lanka. Menurut info dari chef-nya, beberapa hidangan memang sedikit disesuaikan dengan selera orang Indonesia, jadi rasanya nggak terlalu bikin kaget kalau dibandingkan versi autentiknya. Untuk harga, mulai dari sekitar Rp200.000 per orang untuk makan berat. Menurutku masih cukup standar untuk restoran di kawasan Senopati.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hwaro Korean Steakhouse BBQ, Jakarta

Bahasa l English Weekend yang menyenangkan, siapa sih yang tidak suka dengan all you can eat. Mungkin sebagian dari kalian sudah sering cobain all you can eat di hotel ya. Atau bbq, shbau-shabu yang di shopping mall. Tapi gimana kalau Korean BBQ yang bahannya super premium dengan kualitas A5 Wagyu? Nah di Hwaro menawarkan konsep Weekend Brunch dengan all you can order berbagai menu. Aku cerita mulai dari interiornya, dari depan restoran mungkin tampak biasa saja gedung 4 lantai dengan area parkir secukupnya, udah familiar kan sama area Senopati Jakarta yang identik sama jasa Vallet. Begitu masuk ke dalam, interiornya memang dahsyat! Nuansa elegan dengan tone warna gelap, sentuhan ornamen menarik terutama kain yang menggantung sepanjang area restoran menyerupai gulungan awan. Terlihat juga pola etnik pada beberapa sudut area.  Untuk lt.1 merupakan area main dining, sedangkan lantai atasnya semua private room dengan kapasitas yang bervariasi. Di setiap meja ini terdapat alat grill na...

Tom's by Tom Aiken, The Langham Jakarta

Bahasa l English Akhir pekan yang cerah dimana kondisi pandemi di Indonesia semakin membaik belakangan ini. Aktifitas di ruang publik semakin normal sehingga bisa kita temukan beberapa tempat dengan keramaian. Salah satunya restoran ini yang butuh beberapa minggu untuk aku melakukan reservasi sebelumnya dikarenakan full setiap weekend. The Langham Jakarta memang baru beroperasi di tahun ini dan mengundang antusias yang besar bari Jakarta's community. Tidak terkecuali dengan restoran yang dibangun dengan konsep British yang mewah dan didevelop oleh seorang chef dari Inggris, Tom Aikens yang mengelola sebuah restoran Michelin Star di London. Membawa nama Tom's Jakarta dengan aneka hidangan klasik ala Inggris. Lokasi restoran ini terletak di lantai L, area resepsionis dan bisa dibilang lantai 62. Restoran dengan kapasitas area cukup besar, ceiling yang tinggi, sentuhan warna putih, biru, sofa merah, dan lampu lapisan warna emas memberikan suasana ruangan ala Inggris. Terlihat peng...

Cut The Crab, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Bahasa l Inggris Kembali ke Jakarta, kembali ke aktifitasku seperti biasa. Memutari restoran dengan aneka konsep menjadi rutinitas sehari-hari yang aku lakukan selam menjadi seorang food blogger. Nah kali ini berkesempatan bersama dengan Nibble Indonesia, sebuah aplikasi berbasis IOS dan Android dengan fitur informasi kuliner yang memberikan referensi untuk kita. Di acara kali ini, bersama dengan para user Nibble lainnya, aku mengunjungi salah satu restoran seafood yang cukup populer di Jakarta. Cut The Crab beroperasi cukup lama dengan jumlah 4 cabang hingga sekarang. Konsep seafood ala Amerika ini cukup unik dimana pengunjung akan menikmati aneka hidangan di atas meja tanpa piring sama sekali. Area yang cukup luas dengan 2 lantai dan tersedia pula ruang private yang terlihat memuat kapasitas cukup banyak hingga 20 orang. Makanan yang menjadi bintang utama di restoran ini tentu sesuai dengan namanya yaitu kepiting. Aneka kepiting dengan berbagai ukuran dan berat yan...