Langsung ke konten utama

Daribu, Jakarta

Bahasa l English

Trend kuliner di Jakarta itu kayak roller coaster nggak pernah pelan, selalu ada kejutan baru setiap minggunya. Camilan manis sampai yang gurih nan menggoda langsung jadi buruan, apalagi buat para pemburu jajanan viral. Dan ya, Blok M tetap jadi “istana” anak muda buat hunting makanan seru. Nah, kali ini aku jalan sedikit menjauh dari hiruk-pikuk Blok M. Dari stasiun MRT, tinggal jalan kaki sekitar 10 menit sambil menikmati suasana kota. Tujuannya? Daribu si pendatang baru yang lagi rame banget dibicarain. Daribu yang berasal dari kalimat "Dari Busan".
Walaupun usianya di Jakarta masih seumur jagung, Daribu sudah berhasil bikin orang rela antre. Setiap kali aku mampir, vibe-nya selalu sama, nggak pernah sepi, dan aromanya sukses bikin siapa pun langsung lemah iman. Sepertinya antusiasme orang-orang sudah jadi bukti, kalau bakery ini memang punya daya tarik yang sulit ditolak.
Interior Daribu tampil minimalis dengan tone earthy—putih, abu-abu, dan sentuhan retro pada meja serta kursinya. Sore hari suasananya selalu ramai, sementara tim kitchen sibuk tanpa henti membuat roti. Menu andalan di sini tentu Salt Bread dengan berbagai pilihan rasa. Varian rotinya memang tidak banyak, tapi justru itu yang membuat mereka fokus pada kualitas bahan dan rasa yang benar-benar maksimal.
Menu andalan seperti original salt bread tentunya, earl grey salt bread dengan rasa isitmewa, aroma earl grey filling yang harum dan rasa yang cukup intense menyenangkan. Garlic cheese juga rekomendasi, rasa gurih dan aroma yang harum. Salah satu hal yang bisa aku bilang selain memang varian rasanya, salt bread disini memiliki tekstur yang sangat empuk dan tidak kering. Terutama untuk varian savory bread, kebanyakan bakery lainnya cenderung malah terlalu oily.
Untuk varian lainnya ada pistcahio salt bread, tapi menurutku untuk rasa pistachionya terlalu soft hampir tidak terasa. Ada pula Dubai chocolate salt bread, menarik aku sebagai pecinta cokelat. Namun isinya chocolatenya kurang tebal menurutku, dibandingkan dengan dubai chocolate bar yang biasanya kita makan. Bakery lainnya seperti canelle, financier atau cookies tersedia juga disini.
Untuk harga satu salt bread kisaran Rp 40.000an-50.000an per pcs. Tergolong cukup tinggi untuk sebuah roti. Tapi dipungkiri, kualitas bahan dan rasa yang menggugah selera terlihat jelas bagaimana ramainya pengunjung setiap harinya. Kadang kala kalian juga harus menunggu salt bread dipanggang ketika habis. Tapi tenang saja karena mereka bikin terus lho rotinya. Saranku lebih baiknya bisa kesini awal dan hari biasa daripada weekend.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hwaro Korean Steakhouse BBQ, Jakarta

Bahasa l English Weekend yang menyenangkan, siapa sih yang tidak suka dengan all you can eat. Mungkin sebagian dari kalian sudah sering cobain all you can eat di hotel ya. Atau bbq, shbau-shabu yang di shopping mall. Tapi gimana kalau Korean BBQ yang bahannya super premium dengan kualitas A5 Wagyu? Nah di Hwaro menawarkan konsep Weekend Brunch dengan all you can order berbagai menu. Aku cerita mulai dari interiornya, dari depan restoran mungkin tampak biasa saja gedung 4 lantai dengan area parkir secukupnya, udah familiar kan sama area Senopati Jakarta yang identik sama jasa Vallet. Begitu masuk ke dalam, interiornya memang dahsyat! Nuansa elegan dengan tone warna gelap, sentuhan ornamen menarik terutama kain yang menggantung sepanjang area restoran menyerupai gulungan awan. Terlihat juga pola etnik pada beberapa sudut area.  Untuk lt.1 merupakan area main dining, sedangkan lantai atasnya semua private room dengan kapasitas yang bervariasi. Di setiap meja ini terdapat alat grill na...

Tom's by Tom Aiken, The Langham Jakarta

Bahasa l English Akhir pekan yang cerah dimana kondisi pandemi di Indonesia semakin membaik belakangan ini. Aktifitas di ruang publik semakin normal sehingga bisa kita temukan beberapa tempat dengan keramaian. Salah satunya restoran ini yang butuh beberapa minggu untuk aku melakukan reservasi sebelumnya dikarenakan full setiap weekend. The Langham Jakarta memang baru beroperasi di tahun ini dan mengundang antusias yang besar bari Jakarta's community. Tidak terkecuali dengan restoran yang dibangun dengan konsep British yang mewah dan didevelop oleh seorang chef dari Inggris, Tom Aikens yang mengelola sebuah restoran Michelin Star di London. Membawa nama Tom's Jakarta dengan aneka hidangan klasik ala Inggris. Lokasi restoran ini terletak di lantai L, area resepsionis dan bisa dibilang lantai 62. Restoran dengan kapasitas area cukup besar, ceiling yang tinggi, sentuhan warna putih, biru, sofa merah, dan lampu lapisan warna emas memberikan suasana ruangan ala Inggris. Terlihat peng...

Cut The Crab, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Bahasa l Inggris Kembali ke Jakarta, kembali ke aktifitasku seperti biasa. Memutari restoran dengan aneka konsep menjadi rutinitas sehari-hari yang aku lakukan selam menjadi seorang food blogger. Nah kali ini berkesempatan bersama dengan Nibble Indonesia, sebuah aplikasi berbasis IOS dan Android dengan fitur informasi kuliner yang memberikan referensi untuk kita. Di acara kali ini, bersama dengan para user Nibble lainnya, aku mengunjungi salah satu restoran seafood yang cukup populer di Jakarta. Cut The Crab beroperasi cukup lama dengan jumlah 4 cabang hingga sekarang. Konsep seafood ala Amerika ini cukup unik dimana pengunjung akan menikmati aneka hidangan di atas meja tanpa piring sama sekali. Area yang cukup luas dengan 2 lantai dan tersedia pula ruang private yang terlihat memuat kapasitas cukup banyak hingga 20 orang. Makanan yang menjadi bintang utama di restoran ini tentu sesuai dengan namanya yaitu kepiting. Aneka kepiting dengan berbagai ukuran dan berat yan...